Merdeka

August 18th, 2006

How do you rise up against a system that appears to provide you with your home and car, food and clothes, electricity and health care….How do you muster the courage to step out of line and challenge concepts you and your neighbors have always accepted as gospel, even when you suspect that the system is ready to self-destruct?(John Perkins, 2004, Confessions of an Economic Hit Man, San Francisco, Berrett-Koehler Publishers Inc, hal. 217)

Kalimat di atas adalah kutipan dari buku John Perkins yang akhir-akhir ini jadi naik daun karena bukunya yang berjudul Confessions of an Economic Hit Man yang terbit pada tahun 2004.

Read the rest of this entry »

Pak Ris

August 7th, 2006

Siang itu hari ke-tiga OPSPEK bagi mahasiswa yang baru masuk Universitas Gadjah Mada. Karena pelaksaan OPSPEK tahun itu adalah Universitas-Fakultas-Fakultas-Universitas (U-F-F-U), maka seperti para mahasiswa dari fakultas lainnya, para mahasiswa baru FISIPOL UGM kembali menghabiskan hari itu dengan “bercengkrama” bersama Raka dan Rakanitanya di kampus FISIPOL.

Read the rest of this entry »

Gempa

May 27th, 2006

Pagi itu ada Bapak saya menerima telpon dari Jogja. Ternyata dari adik saya yang mengabarkan bahwa baru saja terjadi gempa. Beberapa genting terjatuh, plafon juga jatuh, dan yang parah tembok pagar bagian belakang rumah roboh. Untunglah (kultur Jawa yang membanggakan, dalam setiap musibah masih bisa melihat sisi “untung”-nya) robohnya ke arah luar di kebun Pohon Melinjo yang luas dan sepi, bukan ke arah dalam –ke arah rumah.

Read the rest of this entry »

Sekitar Sepuluh Tahun yang Lalu

August 18th, 2005

Sepuluh tahun yang lalu pemerintah yang berkuasa pada waktu itu (dan mungkin agak sedikit masih berkuasa pada waktu sekarang) bersiap-siap dalam rangka menghadapi dan memeriahkan perayaan ulang tahun Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-50, dengan memunculkan slogan yang berbunyi “50 Tahun Indonesia Emas.” Nah, kembali teringat bukan?Ya pada waktu itu penguasa benar-benar sedang berusaha meninabobokan rakyat dari kenyataan yang akan dihadapi kelak beberapa tahun mendatang dengan berusaha mengadakan perayaan semeriah mungkin hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Read the rest of this entry »

Diary Pemoeda Djaman Doeloe

July 7th, 2005

Judul: Soe Hok Gie: Catatan Seorang Demonstran
Penulis: Soe Hok Gie
Terbitan: Pustaka LP3ES Indonesia, Jakarta, 2005.
Halaman: xxx + 385
Dimensi: 15,5 cm x 23 cm

Sebenarnya buku ini ada jauh sebelum ada trend mem-buku-kan catatan harian seseorang (Indonesia) di Indonesia. Bahkan, sesungguhnya naskah yang lengkap dan siap cetak dari catatan harian Soe Hok Gie ini telah ada pada tahun 1972. Akan tetapi karena satu hal dan lainnya, maka baru bisa dicetak pertama kali pada tahun 1983, itupun dengan tercecernya beberapa bagian dari catatan harian tersebut (hal. 3).

Sebelum edisi terbaru, sebenarnya buku Catatan Seorang Demonstran ini telah dicetak enam kali sejak Mei 1983 hingga cetakan keenam Agustus 1993. Memang ada rentang yang relatif lama hingga terbitnya cetakan ketujuh pada bulan Mei 2005 ini dan mungkin buku ini menurut saya tidak akan terbit sampai cetakan ketujuh sekarang ini jika Mira Lesmana tidak membuat film tentang tokoh ini.

Read the rest of this entry »