Balada Komentar

Written by temukonco on Rabu, 20 Desember, 2006 – 10:38 pm

Kejadiannya hampir bersamaan, ketika suatu siang yang ditingkahi rinai hujan saya beranjangsana (bahasanya lawasssss…) ke kantor seorang kawan kemudian iseng-iseng saya memberitahukan alamat situs ini kepada kawan saya itu.

Karena memang situs itu cukup “menghibur” kawan saya pun ketawa-ketiwi ketika membacanya. Akan tetapi kemudian hal yang menarik perhatian saya yang sangat kuper ini adalah bagaimana kagumnya kawan saya itu ketika melihat banyaknya orang yang memberikan komentar pada tiap entry yang dibuat dalam situs tersebut.

Saat itu saya masih belum bisa menangkap apa yang bisa dikagumi dari sebuah situs yang tiap entry-nya memiliki komentar yang banyak. Karena pada dasarnya memang situs tersebut membicarakan hal-hal yang memang menarik perhatian dan isinya cukup panas sehingga menggelitik orang untuk mendukung atau mencaci maki sebuah entry yang bersangkutan.

Beberapa hari kemudian saya menemukan sebuah entry pada blog ini yang kurang lebih isinya menceritakan ada seseorang yang menutup blognya karena tidak ada orang yang memberi komen pada blognya walaupun dia sudah memberikan komentar sana-sana termasuk pada situsnya para selebritas blog (ah, bahasa yang aneh…).

Dari situ saya baru sadar (sungguh…) bahwa bagi beberapa orang komentar terhadap blog mereka dan memberi komentar pada blog lain terutama blog-blog tertentu yang laris manis adalah suatu hal yang amat diperhatikan (kalau tidak mau dibilang sangat penting). Karena konon kabarnya ini berkaitan erat dengan banyak atau tidaknya kunjungan ke blog orang yang bersangkutan di waktu-waktu mendatang.

Makna Komentar Buat Saya

Dahulu kala ketika masih awal-awal jaman di topengku[dot]blogspot[dot]com (masa jahiliyah yang indah… hahaha…) saya memang mengharapkan komentar untuk blog saya dan komentar itu hanya datang dari kawan-kawan dekat saja karena memang keberadaan blog itu hanya saya beritahukan ke kawan-kawan dekat saya itu saja.

Kemudian ketika sudah beberapa bulan berjalan, baru saya mulai memberi komentar ke blog kawan-kawan saya itu bukan karena malas atau sombong atau sibuk sehingga tidak sempat untuk mengetik beberapa patah kata, tapi lebih karena takut membuat kesalahan ketika memberi komentar pada sebuah entry blog. Kalau blog orang lain mungkin nggak pa pa, bisa cuek. Tapi kalo blog punya temen sendiri tentunya amat tidak enak kalo sampai membuat kesalahan dan menyinggung perasaan. Makanya waktu itu –dan nampaknya juga sampai sekarang– kalau saya tidak begitu paham permasalahan apa yang sedang dibicarakan dalam suatu blog, sebisa mungkin saya tidak memberikan komentar.

Semakin lama ber-blog-ria, wawasan saya menjadi meluas dan menemukan beberapa blog yang menurut saya cukup bagus dan saya tetap tidak memberikan komentar selama saya benar-benar tidak paham permasalahan yang sedang dibicarakan.

Sampai akhirnya dapat rejeki sedikit kemudian beli domain dan hosting dalam rangka iseng-iseng bermain-main dengan memiliki situs pribadi. Walaupun pada saat ini frekwensi saya menulis blog sudah menurun amat drastis, tapi saya masih rajin mengunjungi blog kawan-kawan saya dan beberapa blog milik orang lain yang menurut saya bagus. Dan saya tetap jarang memberikan komentar dengan alasan sama, takut enggak nyambung dengan apa yang dimaksud si penulis blog, kecuali jika benar-benar memahami permasalahannya atau blog yang bersangkutan adalah punya teman saya sendiri.

Sangat jarang memberi komentar ke blog lain dan sangat sering on hiatus, suatu kombinasi yang amat luar biasa untuk membuat sebuah blog sepi pengunjung bukan?

Tapi hal itu menurut saya bukan suatu masalah yang besar, sebab saya menulis di blog karena memang saya ingin menulis di blog. Kalo ndak ada yang ngeliat, ndak pa pa… kalo ada yang baca, ya syukur… Yang jelas saya sudah cukup gembira bisa memaknai blog saya dengan sudut pandang saya dan saya juga sudah cukup senang karena kawan-kawan baik saya tahu saya punya blog baru (yang juga masih sering on hiatus) di sini dan tiga orang diantaranya memasang alamat situs ini di blogroll mereka. Saya juga yakin mereka pasti tau kalau saya tetap membaca tulisan-tulisan di blog mereka walaupun saya amat sangat jarang memberikan komentar di sana, tapi mungkin saya yang sering minta komentar mereka ketika saya tumben-tumbenan nulis di blog saya.

Oh iya, sebagai penutup, blog lama saya yang topengku[dot]blogspot[dot]com itu saya tutup bukan karena tidak ada yang memberi komentar, tapi lebih karena pertimbangan untuk menjaga kestabilan kehidupan berkeluarga di masa depan. Maklumlah, di blog lama itu banyak hal-hal yang ancur dan itu diceritakan dengan seksama sehingga sangat mungkin menimbulkan salah paham yang berkepanjangan di dalam rumah tangga… hehehe…

Tags: ,
Posted under blog, opini |

4 Comments to “Balada Komentar”


  1. bluegrandie Says:

    hahahaha karena di topengku itu masa lalu mu benar benar suram untuk diketahui khalayak umum…lebih ke menjaga kestabilan nama yg telah dibangun saat ini saya kira…bukan begitu bung ? hahahahhahhahhaa

  2. temukonco Says:

    hiahaiahia…. matanyaaaa….. :D

  3. saylows Says:

    Mas Iwan yang baik, kamuh bisa komentar di blog saya apa saja, mau ngumpat kek mau ngepet kek saya tidak perduli!!! tidak komen pun saya tetep tidak peduli huahuahuahuahuha!!!

  4. dian ina Says:

    mas iwan juga kena demam seleb blog dan blog seleb?

    saya nggak nyangka.hihihi.

    jadi kapan komen di blog saya, mas?

Leave a Comment