<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Kultus Individu</title>
	<atom:link href="http://theaterofmind.com/2006/12/10/kultus-individu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://theaterofmind.com/2006/12/10/kultus-individu/</link>
	<description>Sebuah Panggung di Dalam Benak</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Jun 2010 17:23:08 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
	<item>
		<title>By: wardani</title>
		<link>http://theaterofmind.com/2006/12/10/kultus-individu/comment-page-1/#comment-221</link>
		<dc:creator>wardani</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 05:09:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://theaterofmind.com/2006/12/10/kultus-individu/#comment-221</guid>
		<description>Saya sangat setuju sekali  dengan artikel di atas. Memang tak seharusnya seorang manusia mengkultus sesamanya karena bagaimanapun manusia itu bukanlah Tuhan.Manusia itu tak pernah luput dari salah dan lupa. Sesempurnanya seseorang, dia tetaplah manusia biasa.Nabi aja tidak boleh kita kultus, cukup kita teladani sikap baiknya yang diberikan oleh Tuhan diatas manusia biasa.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya sangat setuju sekali  dengan artikel di atas. Memang tak seharusnya seorang manusia mengkultus sesamanya karena bagaimanapun manusia itu bukanlah Tuhan.Manusia itu tak pernah luput dari salah dan lupa. Sesempurnanya seseorang, dia tetaplah manusia biasa.Nabi aja tidak boleh kita kultus, cukup kita teladani sikap baiknya yang diberikan oleh Tuhan diatas manusia biasa.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
