Sekitar Sepuluh Tahun yang Lalu
Written by temukonco on Kamis, 18 Agustus, 2005 – 1:38 am
Sepuluh tahun yang lalu pemerintah yang berkuasa pada waktu itu (dan mungkin agak sedikit masih berkuasa pada waktu sekarang) bersiap-siap dalam rangka menghadapi dan memeriahkan perayaan ulang tahun Kemerdekan Republik Indonesia yang ke-50, dengan memunculkan slogan yang berbunyi “50 Tahun Indonesia Emas.” Nah, kembali teringat bukan?Ya pada waktu itu penguasa benar-benar sedang berusaha meninabobokan rakyat dari kenyataan yang akan dihadapi kelak beberapa tahun mendatang dengan berusaha mengadakan perayaan semeriah mungkin hari kemerdekaan Republik Indonesia.
Tapi sekumpulan anak muda yang tergabung dalam pers penerbitan mahasiswa di fakultas mereka itu tidak dengan mudahnya terlena dengan slogan-slogan yang dikeluarkan oleh penguasa.
Mereka berusaha mengadakan perlawanan dengan mencoba memberikan sedikit informasi yang syukur-syukur bisa menjadi suatu bentuk penyadaran bagi masyarakat, paling tidak di dalam lingkungan fakultasnya sendiri.
Dibalik gemerlapnya persiapan perayaan 50 Tahun Indonesia Emas, sekumpulan anak muda itu melihat ada hal-hal yang belum beres di Negara ini. Baik itu sistem politiknya, kondisi ekonomi, kebebasan pers, dan kekhawatiran kelangsungan Indonesia sebagai suatu bangsa yang bersatu dan berdaulat.
Hal-hal tersebut yang mungkin tidak terpikirkan oleh para penguasa yang sibuk merencanakan apa saja acara yang akan diadakan guna menyemarakkan 50 Tahun Indonesia Emas itu.
Akhirnya setelah berjuang ke sana-sini, antara lain perjuangan guna mencari berita dari berbagai narasumber baik yang di Yogyakarta maupun yang di Jakarta, mencari data-data guna melengkapi fakta-fakta yang akan diangkat, serta tidak ketinggalan perjuangan guna mencari biaya dan dana tambahan (termasuk di dalamnya eyil-eyil-an dengan pihak fakultas), terbitlah sebuah majalah kampus hasil kerja keras bersama selama beberapa bulan.
Memang majalah edisi tersebut bukan majalah pertama yang diterbitkan oleh lembaga pers mahasiswa tersebut, tapi atas nama kenangan masa lalu yang juga disesuaikan dengan tema bulan ini, majalah edisi tersebut cocok untuk dikenang pada saat ini.
Oh iya, selain itu ada hal lain yang membuat edisi ini sedikit istimewa dibanding edisi sebelumnya, yaitu edisi masalah kali ini menggunakan cover –cover depan dan juga belakang– berwarna hitam, dan hanya ada tulisan berwarna merah di cover depan tersebut. Sebuah tindakan yang belum pernah dilakukan pada edisi-edisi sebelumnya.
Bunyi tulisan pada cover depan yang berwarna hitam dari majalah kampus tersebut adalah:
50 Tahun Indonesia (c)Emas.
Hai para pembuat dan penggagas majalah kampus edisi “50 Tahun Indonesia (c)Emas”, bagaimana kabar kalian sekarang?
MERDEKA!!!
Posted under kampus, sejarah, yogyakarta |
Subscribe to my blog using RSS